teks drama kisah bohlan bersama skate


Teks Drama
Sepulang dari sekolah Bolan melihat ibunya sedang mengganti popok adiknya.
Ibu         :” Bolan, cepat kau ambil jemuran dibelakang . Cuacanya mulai mendung.”
Bolan    :”oke bu.”
Sesampainya di belakang Bolan justru melihat menyusuri halaman belakang dan terhenti pada salah satu sudut.
Ibu         :(menepuk pundak Bolan dari lamunan)”apa yang kamu pikirkan nak?”
Bolan    :(dengan sedih Bolan menjawab)” tidak ada bu, aku hanya sedih mengingat kecelakaan yang   merenggut tangan kiriku dan merusak skateboard itu”
Ibu         :”sudahlah jangan kau ingat, kenapa tidak kamu buang saja. lebih baik bergegaslah masuk hujan mulai turun.”
Bolan    :”baik bu, lagi pula dulu hanya kecelakaan bukan keinginan skateboardnya untuk melemparku ke lintasan parabola”
Bolan  masih saja memikirkan isi pengumuman yang ia lihat di taman saat pulang sekolah tadi.  Padahal ia berjanji untuk tidak bermain skateboard lagi dan masih menyimmpan keempat rodanya. Malam yang cerah, Bolan pun masih penasaran dengan pengumuman tersebut dan kembali melihatnya.
Bolan    :”skatebobard,hadiah uang tunai, terbuka untuk umum, dan tidak ada freestyle, trick vs trick yang ada hanya racing. Inilah keahlianku melakukan balapan melebihi lompatan di lintasan parabola. Tapi ayah ibu tidak akan mengijinkannku dan pasti akan teringat kembali kenangan pahit tersebut.”
Dalam keadaan yang hening di tengah gemerlap cahaya bintang di persimpangan terakhir menuju rumah Bolan, ia melihat motor tua dihalaman rumahnya yang digunakan ayahnya untuk ojek.
Bolan    :”tetapi lumayan jika aku menang uang nya bisa untuk mengurangi masalah keuangan keluarga,membayar cicilan motor, hutang tetangga dan SPP sekoalh yang menunggak 3 bulan.”
Bel walker dan cahaya pagi mengantarkannya menuju sekolah dan memastikan pengumuman tersebut tidak ada yang terlewatkan. Di sekolah pun Bolan masih memikirkannya.
Bolan    :” tetapi bagaimana aku bisa mendapatkan skateboard?meminta dibelikan ayah tentu tidak boleh, uang tabunganku sudah terkuras untuk membeli buku semester, apalagi untuk pinjam ke teman temanku yang kini sudah tak menganggapku setelah aku cacat.”
Bolan pulang menempuh jalan memutar untuk menhindari taman bermain. Bolan pun terhenti di sebuah bengkel mebebl dan ia mendapat inspirasi dari hal tersebut.
Bolan    :” hai kawan dan faja apa kalian bisa membantu ku untuk membuat skateboard dari benda bangunan yang telah aku cari dari sampah, aku sangat menginginkannya untuk perlombaan.”
Sahabat1:” maaf ya aku tidak bisa membantu, mengapa kamu tidak membelinya saja!”
Sahabat2:” maaf aku gak ada waktu untuk membuat hal seperti itu.”
Faja       : “ aku sangat senang untuk membantumu, kita bisa mulai kapan saja.”
Boaln    : “oke kita akan segera membuatnya. Tapi kita membuat didepan rumahmu saja yaa, tentu orangtua ku tidak menyetujuiku untuk ini.”
Faja       :” baiklah tak masalah, kita bisa mulai untuk memotong kayu, membentuk dan merakitnya.”
Bolan    :” dan kerangkanya dari besi tua, ya walaupun aku tau itu akan berat, dan aku akan memasangkan keempaat rodaku yang dulu.”
Akhirnya seminggu Faja dan Bolan bisa menyelesaikan skateboardnya dengan baik. Tinggal langkah terakhir untuk selanjutnya yaitu biaya administrasi. Setelah ia pulang menguras uang tabungan yang tersisa ia pun berangkat utnuk mengurus administrasinya.
Panitia kuning :” maaf apa yang bisa saya bantu?”
Bolan    :” saya ingin untuk mendaftarkan diri, apa saja persyaratannya, bisa kan?”
Panitia kuning :” maaf sebelumnya kita tidak bisa menerima peserta yang cacat karena ditakutkan akan terjadi hal ynag tidak dinginkan. Jadi mohon maaf dengan berat hati.”
Bolan    :” ayoalh kumohon, aku telah mempersiapkna skateboard khusu untuk ini.”
Panitia kuning :” maaf tidak bisa, mungkin di lain kompetisi.”
Bolan pun tidak patah semangat karena ini, ia pun membujuk Faja agar bisa mengikuti kompetisi ini. Bolan pun mengunjungi rumah Faja dan meminta tolong.
Faja       :”hai Bolan ada apa kau kesini?”
Bolan    :(dengan tergesa-gesa)”Faja aku ingin kau membantu ku untuk mengikuti kompetisi tersebut. Aku telah ditolak saat mendaftar karena aku cacat, aku berharap agar kamu yang mendaftar tapi aku yang akan bermain dalam kompetisi tersebut. Bagaimana?”
Faja       :”tapi aku tidak bisa bermain skateboard, bagaimana jika nanti akan ketahuan?”
Bolan    :”sudahlah tenang saja aku berjanji akan aman kok.”
Faja       :”okelah demi kamu agar bisa bermain dan memenangkan kompetisi ini.”
Setelah Bolan meyakinkan Faja, akhirnya Faja pun segera mendaftarkan dirinya.
Faja       :”Bolan ini kartu pesertaku, dan tempat kompetisi akan kuberitahu. Semangat Bolan aku yakin kamu pasti juaranya. Bagaimana dengan tangan kirimu?”
Bolan    :(dengan wajah senang)” wow, terimakasih banyak ya Faja, kamu memang temanku yang baik sekali. Oke aku akan giat berlatih untuk jadi juaranya. Aku telah memikirkannya, aku akan memasang balok kayu, menggunakan kemeja panjang dan bersarung tangan dengan topi lebar.”
Faja       :” oke semoga sukses dan berjalan lancar dengan rencanamu
Setelah mendapatkan kartu pesertanya, Bolan pun latihan selama berhari-hari dan akhirnya tiba juga kompetisi tersebut. Bolan senang melihat jalanan yang telah dikosongkan ramai dengan penonton yang ingin menyasikkan. Setelah pada garis start, peserta mulai bersiap-siap untuk sekencangnya.
Akhirnya pistol ditembakkan, Bolan yang tidak start di posisi depan sangat keuslitan untuk mendahului, untunglah skateboardnya berat sehingga saat menuruni beberapa turunan memberinya keuntungan.
Bolan    :”ayo aku pasti bisa.”
Akhirnya bolan dengan susah payah meraih pita putih didepannya dan ia tersungkur serta balok yang digunakkan terjatuh namun pita tersebut tidak terpotong.
Penonton:” heh apa yang terjadi? Aneh sekali ya”
Panitia :” apa kamu baik baik saja nak? Selamat ya kamu adalah jjuara dalam kompetisi ini.”
Panitia kuning :” tidak bisa, dia sebenarnya tidak boleh mendaftar. Maka dia harus didiskualifikasi dan juara kedua menjadi juara pertama.”
   Setelah mendengar perkataan itu seluruh tubuh Bolan menjadi kaku, dan tidak bisa mendengar perkataan orang-orang. Luka sapuan aspal pun terasa, dan eketika dunianya menjadi gelap. Keesokan hariinya, Bolan terbangung di sebuah rumah sakit. Bolan melihat seluruh anggota keluarganya berada di situ.
Bolan    :” ayah marah ya kepadaku?”
Ayah     :” ah, tidak lah Bolan ini kan pilihanmu jadi aayah bisa mendoakan yang terbaik. tak usahlah kamu berpikir yang aneh-aneh hahahha.”
Bolan    :” terimaksih ya yah. Tapi apakah ayah tidak bekerja? Bagaimana ayah membiayai ini semua?”
Ayah     : gak usah bannyak mikir nak, panitia telah membantu sebagian.”
Tiba tiba faja datang dengan menggunakan seragam, namun tidak sendirian.
Faja       :” apa kamu baik saja?”
Bolan    :” keadaanku kini mulai membaik. Maaf kan aku ya Faja telah memaksakan diri untuk semua ini. “
Faja       :” halah tidak apa-apa”
Seseorang:(dengan menggunakan jas rapi)”bolan apa kamu mau untuk saya ajak bergabung dengan club skateboard terkemuka di daerah ini?”
Bolan    :” tentu saja aku akan sangat senang.”
Ayah ibu:” ayah ibu sangat senang mendengarnya nak, kau bisa membanggakan kedua orang tuamu.”
Teman teman bolan pun yang dulu mencemoohnya datang dan meminta maaf kepada bolan.

  Nama        : maulita wulandari
Kelas          : XI-II
No.absen   : 19

Komentar