pengertia,sejarah,sistem informasi,proses akuntansi
1. Pengertian akuntansi
1.Definisi akuntansi yang dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen
(1995 : 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah
menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan
ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan
alternatif.
Kesimpulan
:
Pengertian akuntansi berarti memerlukan analisis dari
transaksi dan dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberi penjelasan
dan argumentasi.
2. Pengertian akuntansi menurut American Insitute of
Certified Public Accounting (AICPA) dalam Harahap (2003) mendefinisikan
akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara
tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya
bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Kesimpulan :
Pengertian akuntansi berarti seni pencatatan ( yang harus
dicatat dalam buku jurnal maupun laporan ), penggolongan ( yang harus dibedakan
menurut golongan apa saja transaksi tersebut ), harus mengikhtisarkan setiap
kejadian transaksi agar bias masuk ke dalam laporan keuangan.
3. American
Acounting Association (AAA) dalam Soemarso SR. (1996 : 5) mendefinisikan
akuntansi sebagai proses pengidentifikasian, pengukur dan melaporkan informasi
ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian-penilaian dan keputusan yang jelas
dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
Kesimpulan
:
Bahwa akuntansi itu adalah menganalisa data keuangan yang
dilakukan dengan cara tertentu dan ukuran moneter yang dapat digunakan dalam
pengambilan keputusan ekonomi atau perusahaan.
4. Pengertian Akuntansi Menurut Charles T. Horngren,
dan Walter T.Harrison (Horngren Harrison,2007:4) menyatakan bahwa:
Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses
data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil
keputusan.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi itu adalah sesuatu yang mengukur bisnis, dari mulai
penggolongan transaksi dan pengupulan data lainnya menjadi laporan keuangan,
dan setelah selesai menjadi laporan keuangan akan diambil suatu keputusan dari
laporan tersebut.
5. Pengertian akuntansi
menurut Warren dkk (2005:10) menjelaskan bahwa: “secara umum, akuntansi
dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada
pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi
perusahaan”.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi adalah sebuah informasi untuk mereka pihak-pihak yang
bersangkutan atas suatu transaksi tersebut agar dapat melihat kondisi suatu
perusahaan.
6. Pengertian akuntansi
menurut Littleton (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan: “tujuan utama dari
akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha)
dan hasil (prestasi). Konsep ini merupakan inti dari teori akuntansi dan
merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.”
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi adalah perhitungtan periodik antara biaya dan hasil
(prestasi), perhitungan tersebut dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari
akuntansi.
7. Pengertian
akuntansi menurut Rudianto mendefenisikan
bahwa akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada
pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu
badan usaha.
Kesimpulan
:
Bahwa akuntansi adalah sesuatu yang dapat menghasilkan
informasi mengenai aktivitas ekonomi dan sebuah laporan yang akan dilaporkan
kepada pihak-pihak yang bersangkutan.
8. Kemudian Suparwoto L (1990 : 2) mendefinisikan
akuntansi sebagai suatu system atau tehnik untuk mengukur dan mengelola
transaksi keuangan dan menyajikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk
informasi kepada pihak-pihak intern dan ekstern perusahaan. Pihak ekstern
disini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh dan lain-lain.
Kesimpulan
:
Bahwa akuntansi adalah suatu teknik pengukuran dan
pengelolahan transaksi yang menyajikan hasil dalam bentuk informasi kepada
pihak dalam dan luar perusahaan.
9. Definisi akuntansi
menurut Arnold: Definisi akuntansi dipandang sebagai suatu sistem untuk
menyediakan informasi (terutama keuangan) kepada siapa saja yang harus membuat
keputusan dan mengendalikan penerapan keputusan tersebut.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi itu adalah suatu system untuk menyediakan
informasi keuangan kepada siapa saja untuk mengendalikan penerapan keputusan
yang mereka ambil.
10. Definisi akuntansi menurut C.
West Churman:“sebagai pengalaman tertulis yang berguna untuk pengambilan
keputusan.
Kesimpulan :
Bahwa akuntansi itu sebagai pengalaman tertulis yang
berguna untuk mengambil keputusan yang terjadi pada kehidupan kita dan berguna
untuk mengambil keputusan suatu perusahaan.
2. Sejarah akuntansi
Perkembangan akuntansi dapat dikatakan terkait dengan perkembangan
dalam dunia usaha. Di mulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan melakukan
pencatatan hitungan itu. Tepatnya pada pertengahan abad ke-14, di mana para
pedagang di Genoa sering membuat catatan harta yang selalu dibawa oleh mereka
sewaktu berangkat berlayar beserta harta yang ada pada waktu akhir
pelayarannya. Mereka selanjutnya membandingkan hasilnya untuk menghitung laba
atau rugi dari kegiatan perdagangan tersebut.
Lucas Pacioli dikenal sebagai Bapak Akuntansi.
Beliau mengarang buku yang berjudul Summa de Arithmetica, Geometrica,
Proportioni et Proportionalita, di mana pada buku tersebut terdapat ada
beberapa bagian yang membahas tentang perhitungan keuangan untuk para
pengusaha.
Pada akhir abad ke-15, Romawi sebagai pusat
perdagangan sudah mulai berkurang dan berpindah ke negara-negara jalur
perdagangan baru seperti Spanyol, Portugis, Belanda dan Inggris.
Pada abad ke-19 berkembang revolusi industri di
daratan Eropa. Dengan adanya perubahan teknologi industri berdampak pada
perkembangan ilmu akuntansi yang akhirnya melahirkan konsep penyusutan atau
yang kita kenal sebagai depresiasi.
Selanjutnya dengan adanya penemuan benua Amerika
menyebabkan para pengusaha Eropa tersebut hijrah ke Amerika.
Pada akhir abad ke-19 berdiri dan berkembangnya banyak
perusahaan besar di Amerika yang turut pula mengembangkan konsep akuntansi.
Berikut merupakan kronologi perkembangan akuntansi
dari zaman ke zaman yaitu
1. Zaman Pra Industrisasi
Sebelum Masehi
Catatan tertua yang diketahui dari hasil penelitian sejarah
adalah
1.
Lembaran dari tanah liat yang memuat catatan
– catatan pembayaran upah di Babylonia pada sekitar 3.600 tahun sebelum masehi.
2.
Bermacam-macam bukti adanya pemeliharaan
catatan dan sitem-sistem kontrol akuntansi yang dijumpai di kerajaan mesir kuno
dan yunani.
Saat terjadinya Perang salib yang dimulai pada abad ke-11
hingga akhir abad ke-13, memberikan dorongan bagi perkembangan di Italia yang
membuka hubungan baru ke asia. Lalu muncullah agen-agen dan partnership.
Karya tulis pertama yang mengulas tata buku berpasangan
(double entry) berjudul summa de arithmetic, geometria, proportioni et
proportionslita dipublikasikan di venesia (Italia) sebagai pengarangnya adalah
Lucas Pacioli yang sampai saat ini dikenal sebagai Bapak Akuntansi.
Pada abad pertengahan, terdapat hal penting diantaranya
adalah ilmu berhitung dan dipergunakannya mata uang secara luas sebagai alat
pertukaran, dikenalnya angka arab yang lebih sederhana. Oleh karena itu
dominasi angka-angka romawi yang telah digunakan selama berabad-abad menjadi
tenggelam dan banyak di tinggalkan setelah ditemukannya sistem tata buku
berpasangan. Tetapi sebaliknya pertumbuhan akuntansi menjadi kian pesat.
Pada abad ke-17sampai 18, berbagai buku teks mulai
mempersonifikasikan semua rekening dan transaksi, sebagai usaha dari penulis
untuk merasionalisasikan kaidah pendebetan dan pengkreditan rekening /
perkiraan. Perkembangan lainnya adalah dibuatnya perhitungan rugi laba pada
setiap akhir tahun , dan tidak lagi dibuat pada setiap akhir ventura sebagaimana
sebelumnya.
2. Zaman Industrisasi Abad
Ke-18 Hingga Abad Ke-20
Pada abad ke 18 di Eropa Barat terjadi revolusi industri,
yaitu peralihan industri yang awalnya segala sesuatunya dikerjakan dengan
menggunakan tangan manusia secara langsung (manual) ke sistem pabrik dengan
menggunakan alat-alat berat yaitu mesin-mesin.
Maka terbentuklah badan hukum yang memungkinkan suatu
organisai usaha memperoleh sejumlah besar modal dari masyarakat melalui
penjualan saham. Di balik perkembangan badan usaha tersebut, muncul suatu
kebutuhan baru dari kalangan masyarakat yang berkepentingan terhadap
perusahaan. Berupa pemeriksaan akuntansi independen untuk memberikan jaminan
bahwa laporan keuangan yang disapkan oleh manajemen perusahaan dapat di
percaya. Tanggung jawab untuk meyakinkan bahwa laporan keuangan telah memenuhi
fungsinya sebagai pertanggungjawaban, tetap berada di tangan akuntan publik.
Untuk malakukan peran tersebut , akuntan di tuntut harus berwawasan luas, adil
dan tidak memihak, sehingga pendapatnya dapat dipercaya.
Adanya desakan kebutuhan jasa akuntansi yang profesional,
mengakibatkan dibukanya sebuah lembaga yang memberikan lisensi akuntan publik
terdaftar (CPAs) di seluruh Negara Amerika Serikat.
Pada tahun 1887, para akuntan publik yang terdaftar
tersebut mendirikan asosiasi akuntan yang pertama di Amerika Serikat bernama
American Association of Accountants. Di tahun 1917 berganti menjadi American
Insitute of Acountants, hingga saat ini dikenal sebagai American Institute of Certified Public Accountants (AICPA).
Perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan
internasional yang diwarnai dengan pesatnya investasi antar negara, pertumbuhan
perusahaan internasional dan pertumbuhan profesi akuntansi serta pengaruhnya
terhadapdunia usaha, pendidikan dan masyarakat luas, akhirnya tahun 1972 di
Sydney, Australia ICA (International Congress Of Accounting) membentuk
organisasi profesi akuntan internasional guna mengembangkan standar-standar
akuntansi yang patut diterima secara global. Menyusul kemudian terbentuknya International Coordinator Committee
Accounting Profession (ICCAP) dan International Acoounting Standars Committee (IASC) pada tahun
1973.
Pada tahun 1972 &1973 terdapat suatu kemajuan bagi
organisasi profesi akuntan di Amerika Serikat terjadi yaitu saat didirikan dan
di organisasikannya Financial
Accounting Standards Board ( FASB) dan Financial Accounting Foundation (FAF) yang kian memperkuat
kedudukan profesi akuntansi di negara tersebut. Melalui keluaran-keluarannya
yang lebih berarti , tepat guna, cepat dan responsive, FASB menggalang
kredibilitas dan sekaligus meraih dukungan publik akuntansi serta kalangan yang
terkait keberadaanya seperti SEC.
3. Zaman Perang Dunia Ke-2
Awal sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia tidak
lepas dari perkembangan akuntansi di negara Belanda pada abad pertengahan.
Dalam buku Encyclopaedie van Nederlandsch Indie, D, G, Stible dan St. J.
Stroomberg tercatat bahwa akuntansi di Indonesia paling tidak sudah dikenal
pada tahun 1642. Hal ini dibuktikan adanya sebuah instruksi yang dikeluarkan
oleh Gubernur Jendral mengenai pengurusan pembukuan penerimaan uang,
pinjaman-pinjaman, serta uang yang perlukan untuk eksploitasi garnisun-garnisun
galangan kapal yang ada di Batavia dan Surabaya. Bukti lain yang diketahui
adalah catatan pemukuan dari Amphioen Societeit (didirikan di Batavia pada
tahun 1747) yang dengan jelas menggambarkan pengaruh dari metode-metode Italia.
Tanggal 8 Desember 1941 jepang mencetuskan perang melawan
sekutu, dengan cepat bergerak. Pada tanggal 9 Maret 1942 memaksa pemerintah
Hindia Belanda untuk menyerah tanpa syarat di Kalijati (Indonesia). Sejak
tanggal tersebut, maka jepang menggantikan kedudukan Belanda sebagai penjajah
di Indonesia.mengakibatkan Pendidikan yang semakin terbengkalai , dan keadaan
rakyat makin menderita dan sengsara.
Akhir perang dunia ke-dua pada tanggal 15 Agustus 1945
terjadi ketika,jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu (Amerika Serikat,
Inggris, Tiongkok, Australia, Selandia Baru, dan Belanda). Pada kenyataannya
ternyata keberadaan jepang tidak membawa pengaruh yang berarti terhadap metode
pembukuan yang ada pada saat itu. Praktek-praktek akuntansi jepang terbatas
hanya untuk mencatat kegiatan-kegiatan mereka dan itu pun dilakukan dengan
menggunakan huruf-huruf kanji.
4. Zaman Multinasional
Pada masa pemerintahan orde baru ditandai oleh
keberhasilan pemerintah orde baru di tahun 1969 membuat perekonomian Indonesia
normal kembali, disamping mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap mata uang
rupiah, serta pemerintah mulai melancarkan rencana pembangunan lima tahun
(REPELITA 1).
Untuk melakukan REPELITA 1 tersebut membutuhkan modal
yang sangat besar. Karenanya pemerintah mengalang modal baik dari dalam negeri
seperti melalui deposito, tabanas, taska, penjualan sertifikat Indonesia, dan
sertifikat dana reksa, serta pasar modal) maupun dari luar negeri (seperti
melalui pemberian izin PMA, serta mengusahakan perolehan dana dari lembaga
keuangan internasional dan IGGI).
Kehadiran berbagai perusahaan PMA di Indonesia membawa
praktik-praktik akuntansi dari negara-negara tersebut. Adanya perusahaan
amerika membuka celah bagi masuknya kantor-kantor akuntan asing ke Indonesia
guna mengatasi kelangkaan tenaga kerja akuntan serta pesatnya perkembangan
praktik akuntansi.
Berikut merupakan penjelasannya penetapkan
prinsip-prinsip akuntansi dan perkembangan akuntansi di Indonesia.
·
Pada masa penjajahan Belanda, akuntansi
sudah mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Tetapi jejak yang
jelas baru dapat diketahui pada pembukuan Amphioen Societeyt yang berdiri di
Jakarta tahun 1747. Akhir tahun 1870-an, seiring berkembangnya
perusahaan-perusahaan baru di Indonesia, ditemukanlah suatu metode pembukuan
baru yang lebih efisien dari sebelumnya. Tahun 1907 diperkenalka teknik
auditing (pemeriksaaan) yaitu teknik untuk mengontrol pembukuan perusahaan.
Mulai saat itulah muncul kantor-kantor akuntan di Indonesia. Pada masa
penjajahan Belanda ini tidak bayak orang Indonesia yang bekerja sebagai
akuntan. Mereka yang bekerja di bidang akuntansi hanya sebagai tenaga
pelaksana.
·
Masa penjajahan Jepang pada masa ini
Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi karena jabatan-jabatan
tersebut kosong pasca Indonesia ditinggalkan Belanda. Untuk mengisi kekosongan
itu didirikan kursus-kursus akuntansi bagi orang-orang Indonesia.
·
Masa setelah kemerdekaan, Indonesia masih
tetap kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Pada tahun 1947 hanya ada seorang
akuntan Indonesia yaitu Prof. Dr. Aboetari. Lalu didirikanlah kursus-kursus
untuk mendidik tenaga di bidang akuntansi bagi orang-orang Indonesia. Selain
itu, pemerintah mulai mengirim putra-putrinya ke luar negeri untuk memperdalam
ilmu akuntansi. Sedangkan di dalam negeri ilmu ini mulai dirintis dengan
dibukanya jurusan akuntansi di perguruan-perguruan tinggi seperti di
Universitas Indonesia, Universitas Pajajaran, Universitas Gadjah Mada,
Universitas Sumatra Utara, Universitas Airlangga, dan Institute Ilmu Keuangan.
·
Pada tanggal 23 Desember 1957 berdiri
organisasi profesi akuntan yang diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Profesi di bidang akuntansi mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967
yaitu ketika dikeluarkannya Undang-undang Penanaman Modal Asing dan
Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri di tahun 1968. Kedua undang-undang ini
sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan baru yang menuntut perkembangan
profesi di bidang akuntansi.
·
Pada saat ini pemerintah sedang melakukan
berbagai usaha untuk mempercepat pertumbuhan tenaga akuntan di Indonesia.
Pemerintah juga harus ikut berperan dalam penerapan IFRS di Indonesia. Terutama
di bidang perpajakan yang berkaitan dengan revaluasi aktiva sebagai konsekuensi
dari penerapan fair value. Pemerintah masih memberlakukan pajak final sebesar
10% atas transaksi revaluasi atas aktiva tetap. Dengan fair value, berarti
nilai aset dihitung berdasarkan harga pasar. Ini berarti, aset-aset perusahaan
akan cenderung mengalami kenaikan dan perusahaan berkewajiban membayar pajak
final 10% atas revaluasi aktiva tetap. Mungkinkan perusahaan bersedia membayar
pajak final, padahal tidak ada aliran kas masuk yang berarti. Sejak tahun 2004,
IAI telah melakukan konvergensi antara GAAP dan IFRS untuk mencapai daya saing
global dan bersifat universal. Pada tahun ini diharapkan perbedaan antara GAAP
dan IFRS dapat diselesaikan dan IFRS pun dapat diterapkan sepenuhnya.
3. Proses dan kualitas informasi
akuntansi
TUJUAN AKUNTANSI Dan KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI
Dalam
proses akuntasni akan terbentuknya sebuah laporan keuangan,
Tujuannya adalah menyediakan informasi yang
bersangkutan dengan keuangan,kinerja dan posisi perubahan keuangan.
Akuntansi menyediakan cara-cara untuk
mengumpulkan data dan laporan data akuntasi/keuangan kepada yang
bersangkutan/individu.
Terkadang Pihak bank dan leveransir ingin menilai dan mengetahui laporan
keuangan perusahaan untuk mempertimbangkan resiko yang akan terjadi sebelum
memberikan pinjaman atau modal.
KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI
Apa itu yang di namakan kualitas informasi akuntansi? Disini kita di jelaskan
kalau kualitas informasi akuntansi itu sendiri adalah menilai atau memahami isi
kualitas akuntansi itu sendiri.
A. Dapat dipahami
Laporan
keuangan haruslah jelas dan mudah untuk di mengerti. Dengan begitu laporan
keuangan dapatlah digunakan dan bermanfaat, data itu dapat di jadi kan sumber
informasi, yang akan di gunakan untuk mengambil sebuah keputusan dalam
melakukan rencana ke depan.
Namu demikian,
syarat kemudahan untuk di pahami ini tidah di haruskan menghilangkan informasi
yang komplesi/sulit di pahami. Informasi yang komplek/sulit dipahami haruslah
tetap di tampilkan dengan suatu cara tertentu agar mudah di pahami.
B. Relevan
Agar
bermanfaat, informasi haruslah relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam
proses pengambilan keputusan, yang artinya dapat mempengaruhi keputusan
ekomomi, pemakai dapat membantu mereka dalam mengevakuasi masa lalu, masa kini,
atau pun masa kedepannya dan menegaskan/mengkoreksi hasil evakuasi mereka di
masa lalu.
C. Metarealitas
Informasi di
pandang material kalau kelalaiyan untuk mencantumkan kesalahan dalam mencatatat
informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan yang akan di keluarkan.
D. Keadaan
Agar
bermanfaat, informasi haruslah andal yang berarti bebas dalam pengertian yang
menyesatkan, seperti kesalahan material dan dapat diandalkan pemakainya sebagai
penyajian yang tulus dan jujur.
E. Penyajain jujur
Agar dapat di
andalkan, informasi haruslah di sajikan dengan cara yang sejujur-jujurnya serta
peristiwa lainnya, contoh seperti naraca haruslah di tulis secara jujur
transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aktiva, kewajiban, dan ekuitas
perusahaan pada ganggal laporan.
F. Substansi mengungguli bentuk
Dalam melihat
suatu transaksi tertentu yang diutamakan adalah substansi dari transaksi atau
peristiwa itu pun sendiri.
Transaksi
serta peristiwa tersebut perlu di catat dan di sajikan sesuain dengan substansi
dan realitas ekonomi, bukan banya dalam bentuk hukum itu sendiri.
G. Netralitas/Netral
Informasi
haruslah diarahkan pada kebutuhan pemakai dan tudah kergantung pada kebutuhan
sendiri atau terhadap keinginan pihat tertentu.
Tidak boleh
ada usaha untuk menyajikan informasi yang henya menguntungkan beberapa pihak,
dan sementara itu akan merugikan pihak lain, yang memiliki kepentingan lain.
H. Kepentingan sehat
Pembuatan
leporan keuangan ada kalanya menghadapi ketidak pastian peristiwa, seperti
ketertagihan piutang yang diragukan
Kepastian
semacam itu diakui dengan mengungkapkan kalimat serta tingkatan dengan
menggunakan pertimbangan sehat dalam menyusun laporan.
I. Kelengkapan
Informasi
dalam laporan keuangan haruslah lengkap dalam materialitas dan imbang,
kesengajaan untuk tidak mengungkapkan informasi yang sebenarnya akan
mengakibatkan informasi yang ada tidak benar.
J. Dapat dibandingkan
Pemakai harus
dapat memperbandingkan laporan keuangan [erusahaan antarperiode untuk
mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan, pemakai juga harus
dapat membandingkan laporan keuangan untuk perusahaan untuk mengetahua posisi
keuangan dan kinerja keuangan itu sendiri..
PROSES AKUNTANSI
Akuntansi dapat
dilihat dari kegiatan dan kegunaannya. Kegiatan akuntansi meliputi:
1.
Pengidentifikasian dan pengukuran data
relevan untuk pengambilan keputusan
2.
Pemprosesan data dan kemudian pelaporan
informasi yang dihasilkan
3.
Pengkomunikasian informasi kepada pemakai
laporan.
Kegiatan-kegiatan
tersebut diatas merupakan suatu proses yang berulang sehingga
membentuk siklus.
Secara ringkas proses akuntansi dapat digambarkan sebagai berikut:
Transaksi-->Pencatatan-->Penggolongan-->Pengikhtisaran-->Laporan Akuntansi-->Menganalisis dan Menginterpretasikan-->Pemakai informasi.
Proses tersebut terus-menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu arus berputar(siklus).Tahap-tahap kegiatan mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk pencatatan transaksi periode berikutnya disebut siklus akuntansi(accounting cycle).
Siklus akuntansi terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Tahap Pencatatan:
Transaksi-->Pencatatan-->Penggolongan-->Pengikhtisaran-->Laporan Akuntansi-->Menganalisis dan Menginterpretasikan-->Pemakai informasi.
Proses tersebut terus-menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu arus berputar(siklus).Tahap-tahap kegiatan mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk pencatatan transaksi periode berikutnya disebut siklus akuntansi(accounting cycle).
Siklus akuntansi terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Tahap Pencatatan:
1.
Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
2.
Pencatatan dalam jurnal (buku harian)
3.
Pemindah bukuan (posting) ke buku
besar.
Tahap Pengikhtisaran:
1.
Pembuatan neraca saldo (trial balance)
2.
Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian
(adjusment)
3.
Penyusunan laporan keuangan
4.
Pembuatan jurnal penutup (closing entries)
5.
Pembuatan neraca saldo penutup (post
closing trial balance)
6.
Pembuatan jurnal balik (reversing entries).
Buku Penjulan,Buku Penerimaam kas,dan Buku Piutang
sesuai dengan kegiatannya,untuk sebuah perusahaan dagang buku harian yang perlu disediakan adalah:
sesuai dengan kegiatannya,untuk sebuah perusahaan dagang buku harian yang perlu disediakan adalah:
1.
Buku Penjualan (sales journal),
digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang yang dilakukan secara kredit.
Dalam buku harian ini akan terlibat akun piutang dagang dan penjualan.
2.
Buku penerimaan kas (cash receipt journal),
digunakan untuk mencatat semua penerimaan uang,termasuk penjualan tunai
dan penerimaan tagihan.
3.
Buku Pembelian (purchases journal),
digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit. Dalam buku
harian ini akan terlibat akun pembelian dan utang dagang.
4.
Buku Pengeluaran Kas (cash disbursement
journal), digunakan untuk mencatatat semua pengeluaran uang yang dilakukan
oleh perusahaan, termasuk pembelian barang dagang tunai dan pembayaran utang.
Di sampiing keempat buku harian khusus tersebut diatas,perusahaan harus
tetap mempunyai jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat
ditampung dalam buku harian khusus yang tersedia.
BUKU TAMBAHAN
Kalau buku harian khusus dirancang untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu, buku besar perusahaan juga dapat dirancang untuk hal yang sama. Buku besar yang demikian ini disebut dengan Buku Besar Khusus (special ledger).Kadang buku besar khusus disebut buku (besar)tambahan atau buku pembantu (subsidiary ledger).
Dalam sebuah perusahaan dagang, buku tambahan yang digunakan adalah buku tambahan piutang atau disingkat buku piutang (accounts receivable subsidiary ledger) dan buku tambahan utang disingkat buku utang(account payable subsidiary ledger). Fungsi buku piutang adalah mencatat rincian piutang perusahaan menurut nama langganan. Buku piutang merupakan rincian akun piutang dagang yang terdapat di buku besar. Jadi, akun piutang dagang merupakan akun induk bagi buku piutang. Buku utang berisi rincian utang menurut nama kreditur. Akun pengendalinya adalah utang dagang.
BUKU TAMBAHAN
Kalau buku harian khusus dirancang untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu, buku besar perusahaan juga dapat dirancang untuk hal yang sama. Buku besar yang demikian ini disebut dengan Buku Besar Khusus (special ledger).Kadang buku besar khusus disebut buku (besar)tambahan atau buku pembantu (subsidiary ledger).
Dalam sebuah perusahaan dagang, buku tambahan yang digunakan adalah buku tambahan piutang atau disingkat buku piutang (accounts receivable subsidiary ledger) dan buku tambahan utang disingkat buku utang(account payable subsidiary ledger). Fungsi buku piutang adalah mencatat rincian piutang perusahaan menurut nama langganan. Buku piutang merupakan rincian akun piutang dagang yang terdapat di buku besar. Jadi, akun piutang dagang merupakan akun induk bagi buku piutang. Buku utang berisi rincian utang menurut nama kreditur. Akun pengendalinya adalah utang dagang.
4 . memahami sistem informasi akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.
1.
Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6) pengertian
sistem informasi akuntansi merupakan
struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik
dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi
informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari
para pengguna atau pemakainya (users).
2.
Beberapa batasan pengertian (definisi) Sistem Informasi
Akuntansi lain yang dapat dikutip misalnya pendapat
Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi akuntansi adalah merupakan sistem
informasi formal, memiliki tujuan (kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan
sumber daya dan mencakup ke seluruh kegiatan perusahaan dalam penyediaan
informasi bagi semua pengguna di perusahaan tersebut.
3.
Pengertian Sistem Informasi
Akuntansi Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996, h.1) pengertiansistem informasi akuntansi adalah,
“Kumpulan sumber daya, seperti: manusia dan peralatan, yang diatur untuk
mengubah data menjadi informasi akuntansi.” Informasi ini dikomunikasikan
kepada para penggunanya untuk berbagai pengambilan keputusan.
Contoh Sistem Informasi: AkuntansiAda beberapa sistem informasi akuntansi yang sudah dikembangkan oleh berbagai perusahaan. Ada yang
mengembangkan secara
umum, ada yang mengembangkan berdasarkan kasus per kasus dalam suatu
organisasi. Contoh sistem
informasi akuntansi yang
dikembangkan secara umum adalah: Dec Easy Accounting(DEA) dan MYOB.
Karakteristik
SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
·
SIA melakasanakan tugas yang
diperlukan
·
Berpegang pada prosedur yang relatif
standar
·
Menangani data rinci
·
Berfokus historis
·
Menyediakan informasi pemecahan
minimal
Fungsi
penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara
lain :
·
Mengumpulkan dan menyimpan data
tentang aktivitas dan transaksi.
·
Memproses data menjadi into
informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Sistem
Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
·
Sistem pemrosesan transaksi,
mendukung proses operasi bisnis harian.
·
Sistem buku besar/pelaporan
keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca,
arus kas, pengembalian pajak.
·
Sistem pelaporan manajemen, yang
menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus
serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran,
laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses
oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi
Manajemen. Adapun perbedaan keduanya
adalah :
·
SIA mengumpulkan mengklasifikasikan,
memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
·
SIM mengumpulkan mengklasifikasikan,
memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
Sebuah
Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
·
Menyediakan informasi yang akurat
dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain
secara efektif dan efisien.
·
Meningkatkan kualitas dan mengurangi
biaya produk dan jasa yang dihasilkan
·
Meningkatkan efisiensi
2 komponen
Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
·
Spesialis Informasi
·
Akuntan
Contoh
Sistem Informasi Akuntansi sebagai pusat informasi perusahaan:
·
Bagian pemasaran mempertimbangkan
untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk
itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat
diperoleh dari usulan produk baru tersebut
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan
dengan sistem bisnis modern yaitu :
·
Pentingnya komunikasi antar
departemen yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
·
Peranan SIA dalam menghasilkan
informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
Informasi
Akuntansi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Akuntansi dibedakan menjadi 2,
yaitu :
·
Informasi Akuntansi keuangan,
berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
·
Informasi Akuntansi Manajemen,
berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
Adapun
kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem
Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi
Komentar
Posting Komentar