Seutas Harapan Akan Selalu Ada
Bintang-gemintang
nan indah seolah takjub melihat sosok anak ini. Seraya mendongak ke atas
langit, sungguh mempesona wajahnya guratan wajah cerianya.
Aku…. Aku akan
membangun sebua perpustakaan kecil, yang penuh dengan buku bacaan. Kalimat ini
berkali-kali terucap dari bibir manisnya, sungguh tulus.
“aku akan mengumpulkan lebih banyak buku bacaan, dari
penghasilan mencari Koran,botol,kertas bekas untuk membuat perpustakaan kecil.”
Kataku dengan suara penuh harapan.
“mimpi kamu ya Lin?” seru Nina seenaknya saja berbicara
“apa yang tak mungkin didunia ini, aku percaya mimpi ini
akan terwujud. Entah kapan waktunya.”
“iya oke, aku doakan tapi jaga juga kondisimu jangan sampai
kamu sakit gara-gara mencari Koran bekas,dll”
“siaplah” ku hela napas panjang.
Di pagi hari yang
indah ini, aku bersemangat mengumpulkan barang bekas agar dapat uang banyak.
Langkahku terhenti
ketika melihat ibu yang akan membakar setumpuk buku.
“bu, jangan dibakar bukunya. Buat saya saja ya bu.” Pintaku
“apa kau lihat-lihat, pergi sana pemulung kecil.”
Aku berlari kecil,
sungguh sakit hatiku. Apakah seorang pemulung tak layak untuk itu. Seenaknya
orang kaya, bisa berbuat semaunya.
Aku memutuskan
pulang ke rumah kardus lebih cepat, aku bergegas menghitung uang tabunganku.
Akhirnya berbekal uang Rp20.000 aku berangkat ke toko buku bekas. Aku memilih 3
buku doongeng dan 2 buku pengetahuan umum.
Dengan riang aku
pulang ke rumah kardus. Dengan hati senang dan beribu harapan, akhirnya
teman-temanku bisa membaca bersama. Terlalu semangatnya aku sehingga tanpa
kusadari tiba-tiba saja mobil menyerempetku. Kakiku menjadi lecet, dan paling
sedihnya buku-buku itu terpental jauh ke kubangan air, impianku terhempas.
Ibu itu sangatlah
baik dan ramah,aku akan diantarnya ke rumah sakit namun aku menolak. Akhirnya
ketika dia mengetahui buku-buku itu milikku yang jatuh ke kubangan, ibu itupun
mengantarkanku ke sebuah toko dan akhirnya mengatarkanku ke rumah kardusku.
Beliau berjanji besok akan berkunjung kembali.
Akupun terkejut
ketika mengetahui beliau datang kembali dan membawa 2 kardus besar.
“apa itu bu?”
“buka saja sendiri”
Akupun terharu
ketika mengetahui kardus itu berisi buku yang sangat banyak dan beragam.
Sungguh mulia hati orang kaya ini, tidak seperti orang kaya lainnya.
Aku bahagia
Akhirnya impianku
untuk membuat perpustakaan kecil sesame pemulung terwujud.
Komentar
Posting Komentar