Nama kelompok : Maulita Wulandari (19)
Rizka Aulia
Rahma (32)
Kelas :
X-11
TUGAS BAHASA
INDONESIA
Halaman
23
1. Apa
tujuan negosiasi?
Untuk
mencapai kata sepakat dari dua pihak untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menguntungkan
kedua pihak.
2. Apakah
tiap – tiap pihak negosiasi menginginkan diadakannya negosiasi?
Ya,
karena tiap pihak memiliki pemikiran dan pendapat masing – masing mengenai harga
untuk sebuah Arca Ganesa yang dipesan.
3. Sebelum
bernegosiasi, apakah kedua belah pihak terlebih dahulu bernegosiasi untuk menentukan
waktu , tempat, dan cara negosiasi?
Tidak,
si Turis langsung datang ke tempat pembuatan dan bertemu dengan pemilik sanggar.
4. Adakah
salah satu pihak dalam negosiasi yang
lebih dominan?
Tidak,
Turis dan pemilik sanggar sama – sama memiliki pemikiran dan pendapat yang
ingin dipertahankan.
5. Apakah
keputusan negosiasi menguntungkan kedua belah pihak?
Ya,
pemilik sanggar dapat mendapat bayaran dari pembuatan arca dengan harga yang
tidak terlalu turun dari harga yang
diberikan pada awal. Selain itu Turis juga bisa mendapat arca pesanannya dengan
harga yang lebih rendah dari harga awal.
6. Adakah
pemaksaan keputusan oleh pihak satu kepada pihak yang lain dalam suatu negosiasi?
Tidak,
tiap pihak memang memiliki pemikiran dan pendapat masing – masing namun tetap menghormati
pendapat pihak lain.
Negosiasi Antara Turis dan Pemilik Sanggar
Desa prumpung di
kecamatan Muntilan, kabupaten Magelang adalah salah satu desa yang
masyarakatnya banyak bekerja di bidangpembuatan kerajinan batu, seperti patung,
relief, gapura, cobek, dan lainnya. Banyak sanggar kerajinan batudi sepanjang
jalan Yogyakarta-Semarang yang melintasi desa ini. Sanggar tersebut, berkembang
begitu pesat dengan orientasi komersial, termasuk pembuatan duplikasi arca
peninggalann sejarah.
Letak
desa Prumpung yang tidak jauh dari candi Borobudur memiliki keuntungan
tersendiri. Banyak turis baik domestic maupun mancanegara yang menuju atau dari
Borobudur via Yogyakarta melalui jalur utama yang melewati desa ini. Banyak
turis menyukai kerajinan pahatan batu ini karena memiliki nilai seni yang
tinggi.
Seorang
turis asing mamu berbahasa Indonesia bermaksud untuk memesan arca Ganesa kepada
salah satu pemilik sanggar yang dikenal memiliki kualitas yang lebih baik daripada
sanggar lain. Selain membawa gambar arca dari berbagai sudut dan diameter
ukuran yang diinginkan, turis tersebut juga bermaksud menegosiasikan harga yang
tepat untuk arca pesanannya.
Ganesa
merupakan dewa ilmu pengetahuan yang mempunyai empat tangan. Ganesa menjadi
ikon/symbol lembaga lembaga penting, sekolah sekolah atau pusat studi sebagai
symbol ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Salah satu lembaga pendidikan yang
menggunakan Ganesa sebagai symbol adalah ITB(Institut Teknologi Bandung).
1)
Pemilik sanggar
: good morning, sir. Selamat pagi (mengulurkan tangan)
2)
Turis : selamat pagi (menjabat tangan)
3)
Pemilik sanggar
: ada yang bisa saya bantu ?
4)
Turis : saya ingin pesan patung ini. (menyodorkan
gambar patung)
5)
Pemilik sanggar
: arca Ganesa ya sir? Ukuran tingginya dua meter?
6)
Turis : ya.
7)
Pemilik sanggar
: arca Ganesa dengan tinggi 2 meter,
kami beri harga 35 juta, sir.
8)
Turis : terlalu mahal itu. Tidak bisa turun?
9)
Pemilik sanggar
: bisa, sir. Tapi turun pun tidak banyak. Bahan baku dan biaya angkut bahan baku terus naik. Jika dulu biaya angkut
dari lereng Merapi Cuma Rp 400.000,00 kini sudah Rp 600.000,00
10) Turis : bagaimana kalau 30 juta?
11) Pemilik sanggar : belum boleh kalau segitu. Ini
sudah murah, sir. Anda tidak salah mengunjungi sanggar ini. Ditempat lain lebih
mahal.
12) Turis : bagaimana kalau 32 juta?
13) Pemilik sanggar : belum boleh, sir. Naik lagi.
pemahat sanggar ini sudah sangat terampil jadi kualitasnya tidak akan
mengecewakan.
14) Turis : kamu yakin? Kalau 33 juta bisa?
15) Pemilik sanggar : belum bisa, sir. Selain kualitas
pemahat disini lebih bagus, waktu pembuatannya pun tidak akan lebih lama.
Bagaimana kalau 34 juta dengan waktu 2 bulan, sir?
16) Turis : okelah. Saya setuju.
(pemilik
sanggar dan turis menandatangani perjanjian pemesanan beberapa saat sesudah
negosiasi. Turis membayar sejumlah uang sebagai uang muka pemesanan)
17) Turis : saya harap arca ini bisa tepat waktu.
18) Pemilik sanggar : kami selalu mengusahakan untuk
tidak mengecewakan pembeli, sir.
19) Turis : terimakasih, saya permisi. Selamat siang.
20) Pemilik sanggar : sama-sama, sir. Selamat siang.
Halaman
25
1. Apakah
hal yang disimbolkan/dilambangkan oleh Ganesa?
Ganesa
merupakan dewa ilmu pengetahuan yang
mempunyai empat tangan dan disimbolkan sebagai ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.
2. Perguruan
tinggi manakah yang menggunakan Ganesa sebagai lambang/simbol? Apa yang
diharapkan dengan penggunaan lambang/symbol Ganesa tersebut?
ITB
(InstitutTeknologi Bandung). Menjadi lembaga
atau institute ilmu pendidikan yang berjalan terus dengan lancar mengingat Ganesa
yang juga dipercaya sebagai dewa penolak bala.
3. Kerajinan
tradisional khususnya kerajinan batu telah merambah pangsa ekspor. Apakiranya yang harus dilakukan oleh pemerintah
untuk memajukan sector ini?
Memberikan
pinjaman modal kepada pengusaha – pengusaha untuk pengembangan produksi dan pasar
distribusi dan juga membuat promosi tentang sector tersebut.
4. Apakah
pemilik sanggar telah turut serta melestarikan budaya asli Indonesia dan mengembangkan
perekonomian? Jelaskan pendapat anda!
Ya,
dengan membuat berbagai macam patung dan arca dapat melestarikan budaya dan sejarah
Indonesia. Selain itu dapat mengenalkan budaya khas Indonesia kepada dunia dan dapat
membuat lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan.
5. Apakah
kiranya motif turis tersebut memesan arca
Ganesa? Akankah turis tersebut mengetahui tokoh yang dijadikan patung tersebut? Berikan pendapat
anda!
Selain
karena arca dianggap masyarakat dunia memiliki nilai seni yang tinggi, Ganesa merupakan
symbol atau tokoh sejarah yang sangat terkenal
di Indonesia. Bisa jadi karena Ganesa merupakan tokoh terkenal, bila ia belum
mengetahui mungkin saja sang penjual akan menjelaskan siapa arca yang
dipatungkan.
6. Mengapa
warga asing pada umumnya menyukai kerajinan nasional? Berikan pendapat anda!
Karena
warga asing melihat nilai seni yang tinggi di dalam tiap kerajinan tradisional,
selain itu hasil karya kerajinan tradisional menunjukkan warna yang berbeda dari
pada yang sudah sering masyarakat dunia lihat.
7. Kerajinan
tradisional amat disukai warga asing. Apakiranya yang akan anda lakukan dengan melihat
fenomena tersebut jika dihadapkan pada semakin sempitnya lapangan pekerjaan saat
ini?
Membuat
lapangan pekerjaan dalam sector produksi kerajinan tradisional yang
diharapkanakan memiliki pasar distribusi dengan konsumen warga asing.
8. Apakah
kerajinan tradisional telah berkembang dengan baik? Jika belum, langkah apa
yang dapat ditempuh untuk mengembangkannya?
Belum,
yang paling penting adalah minat masyarakat untuk melestarikan dan mempelajari seni
– seni kerajinan tradisional.
9. Dalam
kehidupan sehari – hari, jika anda memesan suatu barang, apakah anda menegosiasikan
terlebih dahulu harganya? Ataukah anda menurut saja harga yang ditetapkan penjual/pembuat
barang?
Apabila
menurut saya harga yang diberikan adalah harga yang
sewajarnya saya akan langsung membayarnya tetapi
bila harga wajar masih bisa lebih rendah saya akan bernegosiasi dengan penjual/pembuat barang tersebut.
10. Jika
barang yang anda pesan tidak sesuai dengan keinginan anda, apa yang akan anda lakukan?
Sebelum memesan, apakah anda melakukan perjanjian terlebih dahulu?
Biasanya
jika saya memesan sesuatu barang saya akan melakukan perjanjian terlebih dahulu.
Jika barang yang saya pesan tidak sesuai saya dapat menukarkannya sesuai perjanjian
sebelumnya.
Halaman
26
1. Siapakah
yang terlibat dalam negosiasi tersebut? Jelaskan latar belakang masing-masing!
Seorang
Turis dan seorang pemilik sanggar. Turis ingin memesan arca Ganesa dan berniat
bernegosiasi tentang harga arca. Pemilik sanggar member harga awal sebesar 35
juta rupiah.
2. Tunjukkan
tuturan pemilik sanggar dalam negosiasi tersebut ketika mempertahankan pendapat
dengan menunjukkan kelebihan kualitas arca buatan sanggarnya!
“belum
bisa sir. Selain pemahat disini lebih bagus, waktu pembuatannya pun tidak akan
lebih lama”
3. Adakah
unsure pemaksaan keinginan dalam negosiasi tersebut? Jika ada, siapa yang
dipaksa dan siapa yang memaksa? Tunjukkan dengan dilengkapi tuturan yang menunjukkan pemaksaan
tersebut !
Sedikit
memaksa, terlihat dari sang turis yang memaksa atau berusaha menurunkan harga
beli arca “ kamu yakin? Kalau 33 juta
bisa?”
4. Apa
kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi tersebut? Dalam hal harga, siapa yang
lebih mengalah?
Harga
arca yang disepakati adalah Rp 34.000.000 dan selesai dikerjakan dalam waktu 2
bulan. Turis yang lebih mengalah dalam negosiasi tersebut.
5. Apakah
negosiasi antara pemilik sanggar dan turis tersebut berhasil?
Iya
6. Apakah
pemilik sanggar lebih berkuasa atas hasil akhir negosiasi? Berikan pendapat
anda!
Ya,
karena harga awal dengan harga yang disepakati tidak terlalu jauh dan harga
yang diajukan turis berubah
7. Apakah
harga yang ditawarkan oleh pemilik sanggar relevan dengan nilai seni yang
terkandung dan nilai eknomisnya?
Iya,
selain dari nilai seninya bagus tidaknya
hasil juga diperhitungkan. Waktu pengerjaan arca pun juga diperhatikan serta
dari sisi seni yang tinggi.
8. Apakah
fungsi perjanjian pemesanan yang dilakukan oleh pemilik sanggar dan turis
setelah negosiasi tersebut?
Agar
ada bukti tertulis dari pemesanan arca berisi dengan harga total arca yang
disepakati dan besarnya uang muka yang telah dibayarkan.
9. Dalam
negosiasi tersebut, apakah kedua belah pihak bertindak sebagai perwakilan suatu
organisasi atau perusahaan atau bertindak atas nama sendiri secara individual?
Tidak
sama semua. Turis bertindak atas nama individual sedangkan pemilik sanggar
bertindak atas nama suatu sanggar pembuatan arca.
10. Apakah
kesepakatan antara pemilik sanggar dengan turis tersebut memengaruhi beberapa
pihak? Pihak tersebut, misalnya adalah penambang batu, pemerintah, karyawan
sanggar, penyedia jasa pengangkut batu?
Iya,
apabila Turis itu membeli arca tersebut dengan nilai yang lebih tinggi tentu
juga akan mempengaruhi kas masuk pemerintah. Gaji dari penambang batu, karyawan
sanggar dan penyedia jasa pengangkut batu bisa mendapat bayaran yang lebih
tinggi.
Halaman
27
|
Buatlah kalimat menggunakan
kata-kata yang dicetak miring tersebut! Buatlah kalimat menggunakan kata-kata
yang dicetak miring tersebut! Apabila diperlukan, anda dapat mengecek arti
kata-kata tersebut dari kamus terlebih dahulu.
1. Dalam
sidang siang tadi, kedua belah pihak yang berseteru itu saling sepakat untuk berdamai.
2. Dalam
bernegosiasi tiap-tiap pihak harus
dapat menghormati pendapat dari pihak lain.
3. Dalam
menyelesaikan suatu permasalahan, Negosiasi biasanya sarana yang digunakan untuk mengambil keputusan permasalahan.
4. Dalam
bertindak, seorang laki-laki akan cenderung memilih hal yang praktis dari pada seorang perempuan.
5. Kedua
belah pihak bisa saja tidak sepakat
atas perjanjian yang telah disepakati apabila hal yang telah disepakati tidak
sesuai.
Halaman
28
1.
|
![]() |
2.
betulkah pembukaan negosiasi hanya berisi salam antara pemilik sanggar dan turis? Lalu, apa isi penutupnya?
Iya,
penutupan berisi tentang kepurusan atau kesepakatan yang berhasil diambil oleh
pihak yang melakukan negosiasi.
3.
unsur nonverbal seperti berjabat tangan saat pembukaan negosiasi apakah
menunjang kelancaran negosiasi?
Iya,
bisa jadi karena unsur nonverbal seperti berjabat tangan dapat memberi citra
perdamaian dan kebijaksanaan sehingga
dapat menunjang negosiasi tersebut.
4.
adakah konflik saat tawar menawar dalam negosiasi tersebut?
Iya,
konflik adalah saat setiap pihak saling bersikeras menyampaikan dan
mempertahankan pendapatnya.
5 apakah setiap negosiasi memiliki kemungkinan
terjadi kebuntuan (deadlock)? Apakah negosiasi tersebut memliki deadlock
didalamnya?
Iya,
sebuah negosiasi dapat berkemungkinan terjadi kebuntuan, hal tersebut dapat
saja terjadi bila setiap pihak tetap keras kepala untuk mempertahankan
pendapatnya. Namun dalam negosiasi tersebut tidak menunjukkan adanya kebuntuan
karena telah menemukan kesepakatan.
6. Dalam
proses tawar menawar, hal atau strategi apa yang dapat menghindarkan dari
terjadinya deadlock?
Berusaha
untuk tidak menawar terlalu dari harga awal dan juga masih dengan harga wajar.
Tidak terlalu keras kepala dan menghormati dan member kesempatan untuk pihak
lain.

Komentar
Posting Komentar